🔥 Lowongan terbaru! Suaramahasiswa.info, Unisba- Kesehatan mental menjadi isu serius yang tak bisa dipandang sebelah mata, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z) Di tengah meningkatnya kasus gangguan mental dan bunuh diri di Indonesia, kesadaran serta dukungan soal kesehatan mental menjadi langkah penting guna menyelamatkan generasi muda ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kesehatan mental sebagai kondisi ketika seseorang mampu mengenali kemampuannya, menghadapi tekanan hidup dengan baik, dan bekerja secara produktif
  • Lokasi: Indonesia
  • Provinsi: Bali
  • Gaji: Dirahasiakan
  • Jenis: Disesuaikan
  • Lulusan: DISESUAIKAN
  • Pengalaman: disesuaikan
  • Terbit: 2025-11

Suaramahasiswa.info, Unisba- Kesehatan mental menjadi isu serius yang tak bisa dipandang sebelah mata, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z)

Di tengah meningkatnya kasus gangguan mental dan bunuh diri di Indonesia, kesadaran serta dukungan soal kesehatan mental menjadi langkah penting guna menyelamatkan generasi muda ini

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kesehatan mental sebagai kondisi ketika seseorang mampu mengenali kemampuannya, menghadapi tekanan hidup dengan baik, dan bekerja secara produktif

Sebaliknya, gangguan kesehatan mental terjadi saat seseorang kesulitan menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kondisi di sekitarnya

Gen Z yang lahir pada 1997-2012, menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan mental

Berdasarkan survei dari IDN Research Institute, sebanyak 51% responden menyebut kesehatan mental sebagai salah satu isu utama yang paling mereka perhatikan

Penelitian yang sama menunjukkan, kesehatan mental masih dipandang negatif sehingga menghalangi individu untuk mencari bantuan atau dukungan

Meski begitu, Gen Z cenderung lebih terbuka membicarakan isu tersebut yang turut membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental

Adapun pada 2023, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sekitar 20 persen penduduk Indonesia mengalami gangguan mental emosional, 9,8 persen remaja sempat memiliki pikiran untuk bunuh diri, dan lebih dari 2.000 kasus bunuh diri terjadi setiap tahun

Ironisnya, hanya 8 persen dari mereka yang mendapatkan penanganan tenaga profesional

Jika menilik kasus bunuh diri, penyebabnya sangat beragam

Dalam jurnal Mengapa Semakin Banyak Remaja Indonesia Bunuh Diri disebut bahwa ide, perbuatan dan tindakan bunuh diri muncul melalui proses interaksi dengan lingkungan, dan hal negatif berupa kemarahan atau membalas dendam dapat memicu tindakan tersebut

Di sisi lain, penggunaan media sosial yang berlebihan serta masa transisi dari pubertas ke remaja turut memengaruhi tingkat kecemasan dan depresi seseorang

Kondisi ini menjadi lebih berat apabila seseorang mengalami kehilangan orang tua di usia remaja

Menurut Psikolog dari Universitas Airlangga (Unair), Valina menyebutkan langkah awal untuk menyelamatkan generasi agar terhindar dari masalah mental adalah dengan look (melihat), listen (mendengar), dan link (menghubungkan)

Selain itu, berkonsultasi dengan psikolog atau terapis merasa butuh juga dapat membantu seseorang mengatasi kecemasan

Selain dukungan sosial dan bantuan profesional, pola pikir menjadi aspek penting dalam menjaga kesehatan mental

Menurut jurnal Pengaruh Pikiran Positif Terhadap Kesehatan Mental: Suatu Analisis Konseptual, individu yang memiliki pola pikir positif cenderung merasakan kepuasan hidup lebih lama, sedangkan pikiran negatif dapat meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan menurunkan kualitas hidup

Menjaga kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, namun keluarga dan lingkungan sekitar pun berperan penting

Dengan kesadaran, dukungan, serta pola pikir positif, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan sehat secara mental maupun emosional

Penulis: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Editor: Linda Puji Yanti/SM

🚀 Tips: Siapkan CV terbaikmu & daftar sebelum kuota habis!

🔗 Sumber: https://suaramahasiswa.info/alternatif/artikel/krisis-kesehatan-mental-di-kalangan-gen-z

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *