🔥 Lowongan terbaru! DUKUNG KONSERVASI BADAK JAWA, PELARI GAUNGKAN GERAKAN ZERO-WASTE
Matahari belum terbit sepenuhnya di Taman Hutan Raya Ir H
  • Lokasi: Jawa Barat
  • Provinsi: Jawa Barat
  • Gaji: Dirahasiakan
  • Jenis: Part-time
  • Lulusan: SMA/SMK
  • Pengalaman: disesuaikan
  • Terbit: 2025-11

DUKUNG KONSERVASI BADAK JAWA, PELARI GAUNGKAN GERAKAN ZERO-WASTE
Matahari belum terbit sepenuhnya di Taman Hutan Raya Ir

H

Djuanda (Tahura Djuanda) pada 5 Oktober 2025, tapi suasana penuh semangat sudah menghangatkan kawasan pelestarian alam di Kabupaten Bandung itu

Sejak pukul setengah enam pagi, dentuman musik energik bergema, menyambut ratusan penggemar olahraga lari berpakaian seragam kuning yang mulai berdatangan

Mereka mengawali dengan pemanasan sendiri-sendiri

Seorang pelari terlihat memutar pergelangan kaki, sementara yang lainnya meletakkan satu kakinya di atas bangku taman, lalu mendorong badannya ke bawah sampai batas maksimal

Mereka siap menempuh jalur lintas alam sejauh 6 kilometer

Mereka adalah para pelari baik, peserta Eco Echo Trail Run, sebuah charity run yang diinisiasi oleh WWF-Indonesia bersama SalingJaga –asuransi dari Kitabisa-

Ajang olahraga ini digelar untuk mengajak publik menyusuri hutan kota, dan merasakan langsung koneksi dengan alam

“Kita berlari untuk satu misi: menjaga alam, saling jaga alam, saling jaga kita semua

Setiap lintasan yang akan kita lalui, kita menyuarakan yang tidak bisa bersuara

Kali ini kita menyuarakan badak jawa

Jadi satu misi mulia yang kita terus gemakan

Jangan lupa, jangan pernah ada meninggalkan sampah!” demikian pesan Direktur Partnership WWF-Indonesia, Rusyda Deli yang memberi motivasi lebih besar bagi para pelari

Pada pukul enam, peserta bersiap di garis start

“Lima, empat, tiga, dua, satu!” seru Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan sambil mengangkat bendera WWF-Indonesia, bersamaan dengan Rusyda yang mengangkat bendera SalingJaga dan Direktur Utama SalingJaga, Bryan Silfanus yang membunyikan terompet mini

Tanda “flag off” tersebut menjadi aba-aba bagi para pelari memulai langkah mereka

Sepanjang rute, para pelari melintasi beragam medan – mulai dari aspal, jalan tanah yang menanjak dan berbelok, hingga melewati gua Belanda yang gelap, dengan pepohonan rimbun Tahura menanungi perjalanan mereka

“Udara sepanjang jalur lari terasa lebih dingin dan segar daripada waktu di titik start,” kata seorang pelari, Irfan Alfian menggambarkan bagaimana ia terkoneksi dengan alam

Para pelari sejatinya telah menyelesaikan satu misi kebaikan untuk menggaungkan dan berkontribusi langsung pada konservasi satwa liar, khususnya badak jawa

Saat ini, badak jawa berstatus Critically Endangered menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature/Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam)

Habitat satwa ikonik ini hanya tinggal di Taman Nasional Ujung Kulon

Tanpa populasi cadangan, mereka terancam akibat perkawinan sedarah, penyakit, hilangnya habitat, dan perburuan

Badak jawa tak bisa bersuara dan menyelamatkan diri sendiri

Maka, saat ini WWF-Indonesia bersama mitra-mitranya tengah mengupayakan pelestarian badak jawa dengan melakukan perlindungan habitat, pemantauan populasi, hingga edukasi masyarakat

Selain mengangkat isu konservasi badak jawa, acara ini juga mengusung pesan zero-waste dan menjadi sarana edukasi publik untuk mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengelola sampah

Pesan tersebut disampaikan melalui berbagai kegiatan, seperti talk show, workshop upcycle bersama Bumitorri, edukasi interaktif Panda Mobile, zumba bersama Asri Welas dan rekan-rekan, serta penampilan musik

Seluruh rangkaian ini diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian hutan, keanekaragaman hayati, dan pentingnya menjaga ekosistem yang menjadi penopang kehidupan

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bandung, Farhan menyampaikan kondisi pengelolaan sampah di kotanya

Ia menjelaskan bahwa Bandung menghasilkan 1.600 ton sampah setiap hari, namun, baru 190 ton yang berhasil dipilah, diolah, dimanfaatkan, dan dimusnahkan

Pemerintah menargetkan peningkatan pengelolaan hingga 500 ton sampah per hari pada Juni 2026

“Itu pun masih tersisa 1.100 ton per hari (yang belum terkelola),” ujarnya

Farhan lalu berpesan pada masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir dalam pengelolaan sampah

“Kita ubah paradigma

Sudah bukan lagi waktunya ‘buang sampah pada tempatnya’ karena tempatnya sudah tidak ada

Tapi, sampah hari ini harus habis hari ini

Jadi, sampah harus dipisahkan, diolah, dimanfaatkan, dan terakhir dimusnahkan,” tegasnya

Pesan Farhan diperkuat dalam sesi talkshow yang menghadirkan Program Manager Plastic Smart Cities WWF-Indonesia, Sekti Mulatsih, Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Hanifan Adi Nugroho dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Tahura Ir

Djuanda Bandung, Lutfi Erizka, dengan moderator Brigita Manohara dan Asri Welas

Dalam diskusi yang berlangsung informatif itu, Hanifan menjelaskan bahwa dari enam juta ton sampah di Jawa Barat, baru 49 persen yang berhasil dikelola

Ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam pengelolaan sampah sejak dari sumber, sementara pemerintah provinsi menyiapkan dukungan dana bagi desa atau kelurahan yang mampu menjalankan pengelolaan sampah secara optimal.Masalah sampah juga menjadi satu isu yang mengkhawatirkan di Tahura

Lutfi Erizka menyebut pengunjung masih sering membuang sampah kemasan plastik sembarangan

Timbulan sampah mencapai sekitar 100 kilogram dalam beberapa hari

“Seringkali kita agak kewalahan membereskan sampahnya,” ujarnya

Untuk mengatasinya, pengelola Tahura berkolaborasi dengan berbagai komunitas melakukan aksi bersih-bersih dan mendorong pemilik warung menyediakan dispenser air berbayar agar pengunjung bisa mengisi ulang tumbler

Menanggapi isu sampah, Sekti Mulatsih mengungkapkan bahwa WWF-Indonesia melalui program Plastic Smart Cities berupaya mencegah kebocoran sampah ke laut dengan mendorong penguraan penggunaan plastic sekali pakai dan pengelolaan limbah yang ada

WWF-Indonesia juga gencar mengedukasi Masyarakat, termasuk lewat kegiatan Eco Echo Trail Run ini

“Jadi, harapannya teman-teman yang hadir di sini nanti akan pulang, kemudian mengedukasi sekitarnya bahwa kita bisa tanpa plastik sekali pakai

Ayo kita kurangi!” katanya

Penjelasan para narasumber mendapat tanggapan positif dari peserta, salah satunya Khafid, yang menekankan pentingnya kesadaran individu dalam mengelola sampah

“Kita harus sadar bahwa kita adalah penghasil sampah

Berarti kita harus mengurangi dari diri sendiri

Kalau belum bisa, kita bisa ‘nebeng’ membuang melalui (penyedia layanan) seperti Bumitorri

Kalau tidak ada pelayanan, kita harus memilah sendiri,” katanya

Sementara itu, Bumitorri sebagai mitra pengelolaan sampah, mencatat total 74,15 kilogram sampah dihasilkan dari acara ini terdiri dari 40,05 kilogram sampah organik

18 kilogram sampah nonorganic, dan 16,1 kilogram residu

Sampah organik dan anorganik dikirim ke pengelola daur ulang, sedangkan residu ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup

Usai kegiatan, para pendukung Eco Echo Trail Run menyampaikan pesan kolaborasi untuk Lingkungan

Direktur Bisnis Bank Neo Commerce, Aditya Wahyu Windarwo, menegaskan dukungan perusahaannya terhadap prinsip keberlanjutan dan pelestarian alam

“Kami berharap dengan support kami dapat membantu pelestarian lingkungan dan juga memberikan awareness (tentang lingkungan) kepada masyarakat dan juga komunitas lari pada khususnya,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Utama SalingJaga, Bryan menyerahkan donasi untuk pelestarian satwa liar kepada WWF-Indonesia dan mengajak peserta untuk terus menjaga lingkungan

“Kami melindungi pelari tidak hanya dari segi finansial, karena jika bumi tidak terjaga, perlindungan itu tak ada artinya”, ujarnya

Ia menekankan, perlindungan tak hanya soal finansial, tetapi juga menjaga bumi tempat kita hidup bersama

Harapannya, setelah hari ini dukungan kita semua untuk saling menjaga lingkungan dan saling menjaga kita semua bisa terus berlanjut, tutupnya

🚀 Tips: Siapkan CV terbaikmu & daftar sebelum kuota habis!

🔗 Sumber: https://www.wwf.id/id/blog/dukung-konservasi-badak-jawa-pelari-gaungkan-gerakan-zero-waste

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *