🔥 Lowongan terbaru! KUVA SPACE BERSAMA WWF-INDONESIA MENGHADIRKAN TEKNOLOGI SATELIT HIPERSPEKTRAL UNTUK MENDUKUNG MONITORING EKOSISTEM KARBON BIRU DAN PEMBIAYAAN BERKELANJUTAN
Headline: WWF-Indonesia memanfaatkan teknologi pemantauan ekosistem yang berkolaborasi dengan Kuva Space, yang didukung satelit hiperspektral dan AI, untuk memantau pertumbuhan mangrove dan lamun, menghasilkan analisis yang dapat ditindaklanjuti guna memperkuat inisiatif karbon biru Indonesia.
Jakarta, 17 Desember 2025 Kuva Space, perusahaan terdepan dalam intelijen hiperspektral (sebuah teknologi terbarukan untuk pengindraan gelombang cahaya yang juga mencakup spektrum yang tidak kasat mata) berbasis satelit, telah menjalin kemitraan dengan WWF-Indonesia untuk meluncurkan inisiatif yang memanfaatkan data satelit dan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau serta mengukur potensi besar ekosistem karbon biru Indonesia.
Kolaborasi ini akan berfokus pada pemetaan habitat lamun dan mangrove di lokasi restorasi prioritas di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
  • Lokasi: DKI Jakarta
  • Provinsi: Nusa Tenggara Timur
  • Gaji: Dirahasiakan
  • Jenis: Disesuaikan
  • Lulusan: DISESUAIKAN
  • Pengalaman: disesuaikan
  • Terbit: 2025-12

KUVA SPACE BERSAMA WWF-INDONESIA MENGHADIRKAN TEKNOLOGI SATELIT HIPERSPEKTRAL UNTUK MENDUKUNG MONITORING EKOSISTEM KARBON BIRU DAN PEMBIAYAAN BERKELANJUTAN Headline: WWF-Indonesia memanfaatkan teknologi pemantauan ekosistem yang berkolaborasi dengan Kuva Space, yang didukung satelit hiperspektral dan AI, untuk memantau pertumbuhan mangrove dan lamun, menghasilkan analisis yang dapat ditindaklanjuti guna memperkuat inisiatif karbon biru Indonesia

Jakarta, 17 Desember 2025

Kuva Space, perusahaan terdepan dalam intelijen hiperspektral (sebuah teknologi terbarukan untuk pengindraan gelombang cahaya yang juga mencakup spektrum yang tidak kasat mata) berbasis satelit, telah menjalin kemitraan dengan WWF-Indonesia untuk meluncurkan inisiatif yang memanfaatkan data satelit dan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau serta mengukur potensi besar ekosistem karbon biru Indonesia

Kolaborasi ini akan berfokus pada pemetaan habitat lamun dan mangrove di lokasi restorasi prioritas di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Upaya ini menghadirkan pendekatan konservasi pesisir dan estimasi karbon biru yang dapat direplikasi di daerah lainnya dan berbasis ilmiah

Hasil dari pemetaan ini dapat mendukung fondasi transparan dan dapat diperluas untuk perhitungan karbon biru, perencanaan kebijakan, serta pembiayaan berkelanjutan, menciptakan model yang dapat direplikasi di negara pesisir lain dan diintegrasikan dengan kerangka karbon global

Pasar karbon biru yang berfokus pada perlindungan dan restorasi ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan rawa air asin, tengah berkembang pesat seiring meningkatnya perhatian pemerintah dan investor terhadap perannya dalam mitigasi perubahan iklim

Meskipun proyek blue carbon saat ini baru mencakup sekitar 0,91%* dari total kredit di pasar karbon sukarela, kemajuan teknologi penginderaan jauh, akuntansi karbon, dan pemantauan mengubah kecepatan perkembangannya

Inovasi tersebut meningkatkan transparansi, verifikasi, dan penilaian

Ini menjadi faktor penting dalam menarik pembiayaan berkelanjutan dalam skala besar

Augustinus Frumentius Harudabawur, S.Pi

selaku Kepala UPTD Alor menyampaikan “Kami di UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya yang merupakan suatu organik struktur kerja dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyambut baik kolaborasi antara WWF-Indonesia dan Kuva Space ini

Hal ini sejalan dengan Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan, dengan Misi serta Program (7 pilar) Prioritas adalah Pilar Ekonomi Berkelanjutan dan Kolaborasi, serta Program Prioritas Dasa Cita dalam spirit Ayo Bangun NTT dengan Pemanfaatan teknologi satelit hiperspektral memberikan peningkatan signifikan dalam memantau kesehatan lamun dan mangrove secara lebih akurat, efisien, dan berkelanjutan di kawasan konservasi

Inisiatif ini tidak hanya memperkuat dasar ilmiah pengelolaan kawasan, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan skema pembiayaan biru yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir Alor.” “Ekosistem pesisir Indonesia sangat penting bagi keanekaragaman hayati maupun penghidupan masyarakat

Pemanfaatan teknologi hiperspektral dan AI menunjukkan bahwa inovasi dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi laut,” ujar Dr

Imam Musthofa Zainudin, Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF-Indonesia

“Kolaborasi ini berpotensi menjadi terobosan dalam cara kita memantau dan merestorasi ekosistem pesisir dalam skala besar

Dengan menggabungkan analisis berbasis AI dan data lapangan, kita dapat memantau mangrove dan lamun secara lebih akurat dan efisien dibanding sebelumnya

Hal ini tidak hanya memperkuat kerja konservasi kami tetapi juga membuka landasan bagi pengembangan kredit blue carbon terverifikasi yang dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal,” lanjutnya

Penginderaan hiperspektral menangkap data jauh melampaui kemampuan satelit konvensional, mendeteksi tanda-tanda biokimia dan spektral halus yang mengungkap komposisi serta kondisi kesehatan suatu ekosistem

Dikombinasikan dengan model AI canggih, teknologi Kuva Space menerjemahkan data ini menjadi analisis presisi tentang distribusi spesies, biomassa, kualitas perairan, dan potensi penyerapan karbon

Semua data indikator penting untuk verifikasi blue carbon dan percepatan pembiayaan berkelanjutan

Kolaborasi dengan WWF-Indonesia memperluas misi Kuva Space untuk menghadirkan intelijen iklim berbasis satelit yang dapat diakses dan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor industri di seluruh dunia

“Pemantauan ekosistem blue carbon selama ini sangat mengandalkan kerja lapangan intensif yang dapat memakan waktu bertahun-tahun namun hanya mencakup sebagian kecil wilayah,” kata Jarkko Antila, CEO Kuva Space

Ia pun menambahkan, “Dengan teknologi satelit dan AI inovatif seperti milik kami, kita dapat mendeteksi, mengidentifikasi, dan memprediksi kondisi ekosistem pesisir dengan akurasi, frekuensi, dan cakupan yang lebih besar, memberikan wawasan hampir real-time untuk mengatasi isu transparansi, memastikan harga yang adil, dan membuka akses pembiayaan berkelanjutan

Kolaborasi strategis antara WWF-Indonesia dan Kuva Space menjadi bukti kuat bahwa kemitraan global-lokal dapat menjadi fondasi bagi pembiayaan lingkungan yang berkelanjutan.” Indonesia memiliki sekitar seperlima mangrove dunia, menjadikannya salah satu cadangan blue carbon terbesar di planet ini

Namun, menurut laporan State of the World’s Mangroves 2024 (Sumber: Global Mangrove Watch), hanya sekitar setengahnya yang berada dalam kondisi berkualitas tinggi

Ekosistem lamun menghadapi tekanan serupa akibat polusi, sedimentasi, dan pembangunan pesisir

Dengan menggabungkan inovasi data iklim berbasis satelit dari Kuva Space dan keahlian lapangan WWF-Indonesia, proyek ini akan menghasilkan pemantauan yang efisien, terverifikasi, serta berbiaya efektif atas ekosistem kritis tersebut, meningkatkan transparansi dan berkontribusi pada standarisasi metodologi sambil memperkuat pasar blue carbon Indonesia

Upaya ini juga mendukung Pemerintah Indonesia dalam pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDC) kedua, strategi Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink, dan pengembangan ekonomi biru

Kerja sama ini juga mendukung program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pemantauan dan pengelolaan ekosistem karbon biru

*Farahmand, S., Hilmi, N

& Duarte, C.M

The rise and flows of blue carbon credits advance global climate and biodiversity goals

npj Ocean Sustain 4, 39 (2025)

*** Dokumentasi: https://drive.google.com/drive/folders/1TYjHDMnDu36t5-mWx8qWWVW6D8BlLz4v?usp=sharing Informasi lebih lanjut, hubungi: Malathy Eskola, Commercial Director Kuva Space +358 40 837 9432 / malathy.eskola@kuvaspace.com Karina Lestiarsi, Communication Officer WWF-Indonesia +62852-1816-1683 / klestiarsi@wwf.id Tentang Kuva Space Didirikan pada tahun 2016 di Espoo, Finlandia, Kuva Space membangun konstelasi mikrosatelit pertama di dunia dengan teknologi kamera hiperspektral berpatennya untuk mengumpulkan data kontinu guna menjawab tantangan terbesar dunia, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, keselamatan, dan keamanan

Dikombinasikan dengan platform analitik berbasis AI, Kuva Space menghadirkan wawasan global yang andal dan tepat waktu, memungkinkan pengguna mengubah data satelit menjadi keputusan nyata untuk pengelolaan sumber daya, optimalisasi operasional, dan peningkatan profitabilitas secara berkelanjutan

Informasi lebih lanjut tersedia di www.kuvaspace.com

Tentang Yayasan WWF Indonesia Yayasan WWF Indonesia adalah organisasi masyarakat madani berbadan hukum Indonesia yang bergerak di bidang konservasi alam dan pembangunan berkelanjutan, dengan dukungan lebih dari 100.000 suporter

Misi Yayasan WWF Indonesia adalah untuk menghentikan penurunan kualitas lingkungan hidup dan membangun masa depan di mana manusia hidup selaras dengan alam, melalui pelestarian keanekaragaman hayati dunia, pemanfaatan sumber daya alam terbarukan yang berkelanjutan, serta dukungan pengurangan polusi dan konsumsi berlebihan

Untuk berita terbaru, kunjungi www.wwf.id dan ikuti kami di X (Twitter) @WWF_ID | Instagram @wwf_id | Facebook WWF-Indonesia | Youtube WWF-Indonesia

🚀 Tips: Siapkan CV terbaikmu & daftar sebelum kuota habis!

🔗 Sumber: https://www.wwf.id/id/blog/kuva-space-bersama-wwf-indonesia-menghadirkan-teknologi-satelit-hiperspektral-untuk-mendukung