πŸ”₯ Lowongan terbaru! HADING DAN HOBA MULUNG: SAAT LAUT DIBIARKAN BERNAFAS DI BARANUSA, ALOR
Di ujung barat Pulau Pantar, suara ombak berpadu dengan lantunan doa para tetua adat Di bawah terik matahari, sekelompok nelayan menancapkan sebatang tiang kayu di tepi pantai
  • Lokasi: Indonesia
  • Provinsi: Bali
  • Gaji: Dirahasiakan
  • Jenis: Part-time
  • Lulusan: DISESUAIKAN
  • Pengalaman: disesuaikan
  • Terbit: 2025-12

HADING DAN HOBA MULUNG: SAAT LAUT DIBIARKAN BERNAFAS DI BARANUSA, ALOR Di ujung barat Pulau Pantar, suara ombak berpadu dengan lantunan doa para tetua adat

Di bawah terik matahari, sekelompok nelayan menancapkan sebatang tiang kayu di tepi pantai

Tiang itu bukan sekadar tanda, melainkan simbol sakral: laut sedang ditutup untuk beristirahat

Ritual ini dikenal sebagai Hading Mulung, sebuah kearifan lokal masyarakat Baranusa untuk memberi waktu bagi laut memulihkan diri

Selama satu hingga dua tahun, tidak ada seorang pun yang boleh menangkap ikan atau mengganggu ekosistem di area yang telah ditetapkan

Saat waktunya tiba, upacara Hoba Mulung digelar untuk membuka laut kembali, disertai syukur dan doa bersama

Tradisi Hading Mulung dipercaya telah diwariskan sejak masa Kerajaan Baranusa di abad ke-16

Menurut legenda, kerajaan tua itu tenggelam akibat bencana besar, dan arwah leluhurnya kini dipercaya menjaga laut dan segala isinya

Foto oleh Yulyo Yudha Natalis β€œBuaya di laut itu moyang kami

Mereka penjaga laut dan manusia

Saat mantra Hading Mulung diucapkan, buaya dipercaya muncul sebagai tanda restu leluhur,” tutur Pebin Pela, tetua adat Suku Sandiata

Selama ritual, masyarakat membawa persembahan berupa dua kambing, tiga ayam, sirih pinang, beras, dan tembakau

Mantra sakral dipanjatkan memanggil arwah penjaga laut dari empat penjuru mata angin, timur, barat, utara, dan selatan untuk menjaga kawasan yang ditutup

Tiang kayu yang ditancapkan di pesisir menjadi simbol larangan sekaligus pengingat bahwa laut sedang β€œbernafas.” Bagi masyarakat Baranusa, laut bukan hanya sumber penghidupan, melainkan bagian dari jiwa

Hading Mulung bukan sekadar ritual keagamaan atau tradisi, tetapi sistem pengelolaan sumber daya alam yang terbukti menjaga keseimbangan ekosistem laut

β€œSebelum Hading Mulung, kalau kami menyelam, batu-batu kosong, ikan tidak ada

Sekarang dalam satu jam selam bisa dapat jutaan rupiah, laut hidup lagi,” kata Latifola, nelayan dari Desa Baranusa

Di sela-sela larangan menangkap ikan, masyarakat beralih ke kebun, menanam pisang, kelapa, dan jambu mete

Saat laut dibuka kembali, hasil tangkapan meningkat, karang tumbuh subur, dan ikan berlimpah

Kesejahteraan pun meningkat tanpa harus mengeksploitasi alam secara berlebihan

Hading Mulung bukan hanya tradisi adat, tetapi juga memiliki dasar spiritual yang kuat

Dalam masyarakat Baranusa yang mayoritas Muslim, ajaran agama dan adat saling menguatkan

β€œAdat bersendikan agama, agama bersendikan syariat, dan syariat bersendikan Al-Qur’an

Menjaga laut itu ibadah, karena alam adalah ciptaan Allah untuk manusia,” jelas Samsudin Ndaara, Sekretaris Lembaga Adat Baranusa

Prinsip itu dikenal dengan sebutan Papo Menong β€” cinta kepada Tuhan, kepada sesama manusia, dan kepada alam

Masyarakat percaya bahwa mencintai alam berarti mencintai Sang Pencipta

Ketika seseorang merusak laut, maka ia juga merusak dirinya sendiri

Seiring waktu, adat Baranusa kini mendapatkan pengakuan resmi melalui Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2017 tentang pengukuhan lembaga adat

Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk WWF-Indonesia, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi, tujuannya untuk mendokumentasikan dan memperkuat praktik konservasi berbasis adat ini

β€œDari kerajaan, ke pemerintahan desa, hingga lembaga adat, tujuan kami tetap sama: menyelamatkan alam,” tambah Samsudin

Di setiap upacara Hoba Mulung, pantai Baranusa berubah menjadi perayaan kehidupan

Anak-anak bermain di pasir, ibu-ibu menyiapkan makanan, para nelayan bersiap kembali ke laut dengan wajah penuh harap

Namun bagi masyarakat di sini, hasil tangkapan bukanlah ukuran utama

Yang paling penting adalah laut yang pulih, karang yang tumbuh, dan ikan yang kembali

β€œSiapa menjaga laut, maka laut akan menjaga kita.” Pesan itu terus diucapkan dari generasi ke generasi, dari para tetua kepada anak-anak yang berlari di bawah langit Baranusa

Pemantauan ekologi partisipatif tahun 2025 di LMMA Baranusa menunjukkan praktik adat Mulung memberikan dampak positif terhadap ekosistem laut

Di kawasan Hading Mulung, terlihat pemulihan substrat bentik melalui peningkatan karang keras dan lunak serta penurunan patahan karang, sementara kelimpahan ikan tercatat lebih tinggi dibandingkan lokasi kontrol

Komunitas ikan didominasi famili herbivora kunci, khususnya Acanthuridae, yang mengindikasikan fungsi ekosistem tetap terjaga

Latifola, salah satu Nelayan Desa Baranusa menyampaikan keuntungan yang dirasakan dengan adanya tradisi Mulung β€œSebelum adanya Hading Mulung, pendapatan per hari paling hanya sekitar 200–300 ribu rupiah karena nelayan pergi melaut hanya satu malam dan langsung kembali

Namun setelah Hading Mulung diterapkan, pendapatan meningkat signifikan

Dalam satu malam melaut, mereka kini bisa memperoleh 800–900 ribu rupiah, bahkan ada yang mencapai satu juta rupiah bahkan lebih.” Hading Mulung bukan hanya tentang menutup laut

Ia adalah tentang membuka hati, untuk menghormati alam, menjaga warisan leluhur, dan memastikan bahwa kehidupan terus mengalir dari laut yang tetap bernafas

Foto oleh Dede Walter Puka Tentang Program Cerita ini merupakan bagian dari upaya WWF-Indonesia bersama pemerintah daerah dan masyarakat adat di Kabupaten Alor dalam memperkuat konservasi berbasis kearifan lokal

Melalui pendokumentasian praktik Hading dan Hoba Mulung, WWF mendukung pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan dan berkeadilan, sekaligus menjaga warisan budaya bangsa

Lowongan Kerja HADING DAN HOBA MULUNG: SAAT LAUT DIBIARKAN BERNAFAS DI BARANUSA, ALOR – Kesempatan Karir Terbuka Lebar!

πŸ“‹ DESKRIPSI LOWONGAN PEKERJAAN

HADING DAN HOBA MULUNG: SAAT LAUT DIBIARKAN BERNAFAS DI BARANUSA, ALOR merupakan posisi strategis di perusahaan yang berkembang pesat

Kami mencari talenta yang siap berkontribusi dalam tim dinamis dan inovatif

🏒 TENTANG PERUSAHAAN

Perusahaan telah berdiri >10 tahun dengan pertumbuhan konsisten

Budaya kerja kolaboratif, integritas, inovasi, dan komitmen pada keunggulan

🎯 TANGGUNG JAWAB UTAMA

β€’ Melaksanakan tugas operasional sesuai deskripsi

β€’ Berkolaborasi antardepartemen untuk mencapai target

β€’ Analisis & pelaporan kinerja berkala

β€’ Menjaga standar kualitas dan menerapkan best practices

πŸ’Ό KRITERIA KANDIDAT IDEAL

β€’ Minimal D3/S1 (fresh graduate dipersilakan)

β€’ Pengalaman 1–2 tahun menjadi nilai plus

β€’ Menguasai Office & analisis dasar

β€’ Komunikasi baik, adaptif, teliti, manajemen waktu

🌟 KEUNGGULAN

β€’ Gaji kompetitif + tunjangan

β€’ Asuransi kesehatan, bonus kinerja

β€’ Training & jalur karir

β€’ Work-life balance & team building

πŸ“… PROSES REKRUTMEN

1) Screening dokumen, 2) Tes/Assessment, 3) Interview user, 4) Interview manajemen, 5) Offering

⏰ JADWAL

β€’ Periode pendaftaran: 09 December 2025 – 08 January 2026

⚠️ PERHATIAN

Rekrutmen TIDAK dipungut biaya

Waspada penipuan.

πŸš€ Tips: Siapkan CV terbaikmu & daftar sebelum kuota habis!

πŸ”— Sumber: https://www.wwf.id/id/blog/hading-dan-hoba-mulung-saat-laut-dibiarkan-bernafas-di-baranusa-alor