🔥 Lowongan terbaru! BELAJAR DARI GURU, BERGERAK UNTUK KOTA: STUDY EXCHANGE ZERO WASTE SCHOOL 2025
Pagi itu, kantor WWF-Indonesia terasa berbeda Sejak pukul tujuh, guru-guru dari Bogor, Depok, dan Jakarta mulai berdatangan
  • Lokasi: DKI Jakarta
  • Provinsi: Bali
  • Gaji: Dirahasiakan
  • Jenis: Disesuaikan
  • Lulusan: DISESUAIKAN
  • Pengalaman: disesuaikan
  • Terbit: 2025-12

BELAJAR DARI GURU, BERGERAK UNTUK KOTA: STUDY EXCHANGE ZERO WASTE SCHOOL 2025 Pagi itu, kantor WWF-Indonesia terasa berbeda

Sejak pukul tujuh, guru-guru dari Bogor, Depok, dan Jakarta mulai berdatangan

Ada yang saling menyapa hangat, ada yang tertawa sambil menikmati sarapan sederhana, ada pula yang baru pertama kali bertemu namun langsung merasa satu frekuensi

Mereka datang dengan satu keresahan yang sama: persoalan sampah di sekolah—dan satu harapan yang juga sama—mencari cara agar perubahan bisa terus berjalan

Study Exchange Guru Zero Waste School 2025 ini bukan sekadar agenda berbagi praktik

Kegiatan yang diikuti 35 guru dan pimpinan sekolah lintas jenjang ini dirancang sebagai ruang belajar bersama, tempat refleksi, inspirasi, dan penguatan jejaring antar sekolah dampingan Program Zero Waste School (ZWS) WWF-Indonesia dan Yayasan Guru Belajar

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Guru Nasional, momentum untuk merayakan peran guru sebagai penggerak perubahan, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan dan kota tempat mereka tinggal

Tiga Cerita, Tiga Wajah Zero Waste School Rangkaian kegiatan diawali di kantor WWF-Indonesia

Setelah pembukaan, sesi inspirasi Jejak Sekolah Zero Waste menghadirkan tiga cerita dari konteks sekolah yang berbeda—namun saling melengkapi

Dari Sekolah Alam Al Fazza, Depok, Kak Zubair membagikan praktik Green Market dan kantin sehat

Di sekolah ini, kantin tidak lagi sekadar tempat membeli makanan, tetapi ruang belajar tentang tanggung jawab

Murid dibiasakan membawa wadah sendiri, menyewa tumbler atau lunch box, memilah sisa makanan, hingga memahami kemana sampah mereka berakhir

Sisa makanan diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sementara kemasan diminimalkan melalui sistem yang dirancang bersama warga sekolah dan orang tua

Zero waste hadir sebagai budaya harian—bukan proyek tambahan

Cerita berikutnya datang dari Bu Euis Novitasari (Bu Sari), guru SD Insan Kamil Bogor

Ia memilih bercerita dengan jujur tentang proses jatuh bangun menuju Zero Waste School

Permasalahan sampah, menurutnya, sangat kompleks karena yang diubah bukan hanya sistem, tetapi karakter dan kebiasaan

Setiap sekolah memiliki “dosis” perubahan yang berbeda

Kuncinya adalah menyusun strategi, melakukan hal yang paling mungkin, fokus pada satu kebiasaan, dan mengintegrasikannya dengan pembelajaran di kelas

“Teruslah melangkah,” pesannya, “wujudkan sekolah bebas sampah.” Cerita ketiga datang dari SDN Rawa Badak Utara 05, Jakarta—sekolah negeri yang berada di gang kecil, di tengah kepadatan permukiman

Bu Esti Robnanci Gultom menggambarkan tantangan khas sekolah perkotaan: kemasan sekali pakai, sampah yang tersembunyi di laci dan pojok kelas, hingga tempat penampungan yang kerap penuh

Namun keterbatasan ruang tidak menghentikan perubahan

Dari kebiasaan membawa tumbler dan tempat makan, pengelolaan bank sampah dan ecobrick, hingga program Jumat bersih-bersih dan edukasi zero waste oleh guru, perubahan perlahan tumbuh

Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, berat sampah berkurang, dan kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat semakin erat

“Perubahan dimulai dari satu langkah kecil,” ujarnya, “dan kolaborasi membuatnya bertahan.” Tiga cerita ini menunjukkan bahwa Zero Waste School tidak tunggal bentuknya

Ia bisa tumbuh di sekolah alam, sekolah swasta, maupun sekolah negeri di gang kecil kota—selama ada komitmen, strategi, dan kolaborasi

Dari Refleksi ke Kepemimpinan Perubahan Setelah sesi inspirasi, para peserta diajak melangkah lebih jauh—dari mendengar cerita, menuju merumuskan peran mereka sendiri—melalui workshop bertajuk “Memimpin Perubahan Menuju Zero Waste School

Selama 90 menit, guru-guru tidak langsung diajak membahas teknologi atau sistem pengelolaan sampah

Mereka justru diajak menengok ke dalam—merefleksikan perjalanan masing-masing sebagai penggerak ZWS

Banyak guru berbagi cerita tentang kelelahan, resistensi, dan perasaan bergerak sendirian

Perubahan menuju sekolah zero waste, sebagaimana disadari bersama, bukan sekadar perubahan teknis, melainkan perubahan budaya

Melalui kerangka Strategi 5M—Memanusiakan Hubungan, Memahami Konsep, Memilih Tantangan, Memberdayakan Konteks, dan Membangun Keberlanjutan—peserta diajak menyusun langkah kecil yang paling mungkin dilakukan di sekolah mereka masing-masing

Di akhir sesi, setiap peserta menuliskan satu komitmen sederhana: satu langkah kecil yang akan mereka lakukan sepulang dari kegiatan ini

Dari sinilah energi kolektif mulai terasa—bahwa perubahan tidak harus besar, tetapi harus terus dirawat

Melihat ke Mana Sampah Berakhir Setelah refleksi dan inspirasi di kantor WWF-Indonesia, perjalanan berlanjut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Mutiara Bogor Raya (TPST MBR)

Di sinilah para guru melihat secara langsung bagaimana sampah dari rumah dan sekolah dikelola dalam sebuah ekosistem kota

TPST MBR menjalankan pendekatan Integrated Zero Waste Management—mulai dari pengumpulan sampah rumah ke rumah, pemilahan dengan dukungan sumber daya manusia terlatih, hingga pengolahan dan pemberdayaan masyarakat

Melalui program Tabungan Sampah Takesi, warga dapat menabung sampah plastik yang telah dipilah dan merasakan langsung manfaat ekonominya

Hingga tahun 2025, 900 keluarga terlibat aktif dengan total tonase sampah yang berhasil dikelola mencapai beberapa 1,7 ton per hari

Edukasi menjadi fondasi utama

TPST MBR secara rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, melengkapi dengan penempatan dropbox sampah organik dan anorganik

Bahkan plastik residu yang sulit dikelola diupayakan untuk diolah kembali melalui inovasi upcycle menjadi bahan bangunan ramah lingkungan

Bagi para guru, kunjungan ini menjadi pengingat penting: perubahan perilaku di sekolah akan berdampak lebih luas ketika terhubung dengan sistem pengelolaan sampah di tingkat kota

Merayakan Guru, Merawat Perubahan Study Exchange Guru Zero Waste School 2025 menegaskan satu hal penting: guru adalah aktor strategis dalam upaya mengurangi kebocoran plastik dan membangun kota yang lebih berkelanjutan

Di momentum Hari Guru Nasional, kegiatan ini menjadi ruang untuk merayakan peran guru bukan sebagai sosok sempurna, melainkan sebagai pembelajar yang terus mencoba, jatuh bangun, dan melangkah bersama

Dari ruang kelas, kantin sekolah, hingga TPST kota, perubahan itu saling terhubung

Ketika sekolah, masyarakat, dan sistem kota bergerak searah, upaya kecil dapat menciptakan dampak besar

Dan dari Bogor, Depok, hingga Jakarta, para guru pulang membawa satu keyakinan baru: bahwa langkah kecil yang dirawat bersama bisa menjadi awal dari revolusi hijau di kota-kota kita

Lowongan Kerja BELAJAR DARI GURU, BERGERAK UNTUK KOTA: STUDY EXCHANGE ZERO WASTE SCHOOL 2025 – Kesempatan Karir Terbuka Lebar!

📋 DESKRIPSI LOWONGAN PEKERJAAN

BELAJAR DARI GURU, BERGERAK UNTUK KOTA: STUDY EXCHANGE ZERO WASTE SCHOOL 2025 merupakan posisi strategis di perusahaan yang berkembang pesat

Kami mencari talenta yang siap berkontribusi dalam tim dinamis dan inovatif

🏢 TENTANG PERUSAHAAN

Perusahaan telah berdiri >10 tahun dengan pertumbuhan konsisten

Budaya kerja kolaboratif, integritas, inovasi, dan komitmen pada keunggulan

🎯 TANGGUNG JAWAB UTAMA

• Melaksanakan tugas operasional sesuai deskripsi

• Berkolaborasi antardepartemen untuk mencapai target

• Analisis & pelaporan kinerja berkala

• Menjaga standar kualitas dan menerapkan best practices

💼 KRITERIA KANDIDAT IDEAL

• Minimal D3/S1 (fresh graduate dipersilakan)

• Pengalaman 1–2 tahun menjadi nilai plus

• Menguasai Office & analisis dasar

• Komunikasi baik, adaptif, teliti, manajemen waktu

🌟 KEUNGGULAN

• Gaji kompetitif + tunjangan

• Asuransi kesehatan, bonus kinerja

• Training & jalur karir

• Work-life balance & team building

📅 PROSES REKRUTMEN

1) Screening dokumen, 2) Tes/Assessment, 3) Interview user, 4) Interview manajemen, 5) Offering

⏰ JADWAL

• Periode pendaftaran: 22 December 2025 – 21 January 2026

⚠️ PERHATIAN

Rekrutmen TIDAK dipungut biaya

Waspada penipuan.

🚀 Tips: Siapkan CV terbaikmu & daftar sebelum kuota habis!

🔗 Sumber: https://www.wwf.id/id/blog/belajar-dari-guru-bergerak-untuk-kota-study-exchange-zero-waste-school-2025