🔥 Lowongan terbaru! Borobudur merupakan candi terbesar di Indonesia Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, selain menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi, juga menjadi pusat ibadat bagi penganut Buddha di Indonesia khususnya pada setiap perayaan Waisak
  • Lokasi: DKI Jakarta
  • Provinsi: Jawa Tengah
  • Gaji: Dirahasiakan
  • Jenis: Disesuaikan
  • Lulusan: DISESUAIKAN
  • Pengalaman: disesuaikan
  • Terbit: 2025-11

Borobudur merupakan candi terbesar di Indonesia

Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, selain menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi, juga menjadi pusat ibadat bagi penganut Buddha di Indonesia khususnya pada setiap perayaan Waisak

Hal ini sesuai dengan arti namanya yaitu “biara di perbukitan”

Saat ini Borobudur ditetapkan sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO

Sejarah Candi Borobudur
Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9

Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra

Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra

Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra

Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga

Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma

Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini

Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini

Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365

Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha

Arti nama Borobudur yaitu “biara di perbukitan”, yang berasal dari kata “bara” (candi atau biara) dan “beduhur” (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta

Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan

Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik

Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad

Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang

Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C

Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut

Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar

Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia

Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali

Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur

Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO

Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973

Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984

Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO

Baca juga:
Candi Prambanan
Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta

Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya

Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa

Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama

Di setiap stupa terdapat patung Buddha

Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana

Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas

Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia

Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida

Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan

Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia

Proses ini disebut sebagai reinkarnasi

Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana

Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur

Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter

Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat

Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk

Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi

Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik

Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur

Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego

Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen

Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung

Relief terdapat pada dinding candi

Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda

Relief ini dibaca searah putaran jarum jam

Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur

Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya

Baca juga:
Wisata Menarik di Yogyakarta
Perayaan Waisak di Borobudur
Setiap tahun pada bulan purnama penuh pada bulan Mei (atau Juni pada tahun kabisat), umat Buddha di Indonesia memperingati Waisak di Candi Borobudur

Waisak diperingati sebagai hari kelahiran, kematian dan saat ketika Siddharta Gautama memperoleh kebijaksanaan tertinggi dengan menjadi Buddha Shakyamuni

Ketiga peristiwa ini disebut sebagai Trisuci Waisak

Upacara Waisak dipusatkan pada tiga buah candi Buddha dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur

Pada malam Waisak, khususnya saat detik-detik puncak bulan purnama, penganut Buddha berkumpul mengelilingi Borobudur

Pada saat itu, Borobudur dipercayai sebagai tempat berkumpulnya kekuatan supranatural

Menurut kepercayaan, pada saat Waisak, Buddha akan muncul secara kelihatan pada puncak gunung di bagian selatan

Borobudur
Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara

Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak

Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia

Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta

Setelah mengunjungi Borobudur, Anda bisa juga mengunjungi desa di sekitarnya seperti Karanganyar yang memiliki beberapa obyek wisata menarik

🚀 Tips: Siapkan CV terbaikmu & daftar sebelum kuota habis!

🔗 Sumber: https://kumpulan.info/wisata/candi-borobudur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *